Seoul, - Amerika Serikat, Korea
Selatan (Korsel) dan Jepang memulai
latihan gabungan Angkatan Laut hari
ini. Langkah ini dikecam oleh Korea
Utara (Korut) yang menyebutnya
sebagai "provokasi gegabah".
Kementerian Pertahanan Korsel
menyatakan seperti dilansir AFP,
Kamis (21/6/2012), latihan yang
berlangsung dua hari itu melibatkan
kapal-kapal penghancur dan
helikopter-helikopter yang akan
melakukan operasi kemanusiaan.
Misalnya, misi pencarian dan
penyelamatan serta pencegatan
maritim. Disebutkan bahwa latihan
tembakan tak direncanakan untuk
dilakukan.
Latihan gabungan ketiga negara ini
dilakukan di tengah meningkatnya
ketegangan dengan Korut menyusul
gagalnya peluncuran roket Korut
pada April lalu.
Pyongyang menyatakan, latihan
gabungan itu berisiko mendatangkan
"awan perang baru" di wilayah
tersebut.
"Militer dan rakyat Korut mengamati
dengan intens latihan militer ketiga
negara ini," demikian ditulis surat
kabar milik partai berkuasa Korut,
Rodong Sinmun seraya menyerukan
ketiga negara itu untuk
menghentikan "provokasi gegabah"
ini.
Juru bicara Kementerian Pertahanan
Korsel menolak menyebutkan berapa
jumlah personel yang terlibat dalam
latihan yang digelar di perairan
internasional sebelah selatan Pulau
Jeju, Korsel. Menurut juru bicara
tersebut, latihan seperti ini telah
dilakukan sejak tahun 2008 lalu.
Pesawat induk bertenaga nuklir milik
AS, George Washington akan
bergabung dalam latihan ini pada
Jumat, 22 Juni besok. Selanjutnya
pesawat akan ikut serta dalam
latihan terpisah dengan Korsel di
Laut Kuning mulai Sabtu, 23 Juni
hingga Senin, 25 Juni mendatang

Dengan bergabung di Bisnis Tiket Pesawat anda memiliki peluang penghasilan yang sangat luar biasa. Untuk lebih jelasnya silahkan klik menu 





















0 komentar:
Posting Komentar