Jakarta, Masyarakat
cenderung mudah tergiur
keuntungan tinggi dalam waktu
singkat. Calon nasabah di
perusahaan abal-abal, berkedok
Koperasi atau multi level marketing
(MLM), bertambah yakin
menempatkan dananya, setelah
kerabat dan sahabat membuktikan
sendiri.
Masyarakat patut curiga dengan
penawaran-penawaran semacam ini.
Janji keuntungan 25% per bulan sulit
ditemui pada produk investasi lain
seperti perbankan atau reksa dana,
yang sudah lebih dulu eksis.
Jika perusahaan ponzi atau gali
lubang tutup lubang ini hadir di
wilayah Anda, jangan ragu untuk
melaporkan. Kini sudah ada Satuan
Kerja (Satgas) Penanganan Dugaan
Tindakan Melawan Hukum di Bidang
Pengelolaan Investasi. Ada banyak
saluran pelaporan kecurigaan
investasi bodong ini. Paling mudah
cukup sms (pesan singkat).
Ketua Satgas Waspada Investasi,
Sarjito mendorong untuk masyarakat
pro aktif melaporkan kecurigaan akan
skema invetasi bodong ini. Dengan
laporan masyarakat, jika terbukti
benar, maka akan menghentikan
penipuan dan korban lebih besar
dapat dicegah.
"Saya imbau kepada masyarakat di
seluruh republik ini, lalau ada di
kampung-kampung lembaga apapun
yang menjanjikan keuntungan terlalu
bear, laporkan kepada Satgas," jelas
Sarjito di kantornya, Jumat
(7/6/2012).
Masyarakat dapat menghubungi
saluran aduan diantaranya:
1. facebook.com/waspadainvestasi
2. waspadainvestasi@bapepam.go.id
3. waspadainvestasi@yahoo.com
4. sms: 0818 98 000 9, atau
5. telepon 021-3857821
"Satgas juga meminta berita, berapa
member -nya. Supaya kita bisa cegah
lebih awal. Termasuk kepada
golongan menengah atas. Meski tidak
seberapa bagi mereka, laporkan ke
Satgas. Bisa anonymous. Kita akan
tindaklanjuti," kata Sarjito.
Seperti diketahui, pihak berwajib kini
tengah menelusuri kasus penarikan
dana nasabah KLB. Oknum KLB
diduga menggelapkan dana 140 ribu
investor dan siap dijerat dengan UU Money Laundering.
Setali tiga uang dengan KLB, ratusan
nasabah PT Gradasi Anak Negeri
mengaku was-was atas investasinya
yang tidak kembali. Mereka bahkan
telah mendatangi Polda Metro Jaya
pekan lalu. Nasabah Gradasi Anak
Negeri menagih janji manajemen atas
pembayaran bonus yang belum
terbayar sejak Maret 2012.

Dengan bergabung di Bisnis Tiket Pesawat anda memiliki peluang penghasilan yang sangat luar biasa. Untuk lebih jelasnya silahkan klik menu 





















0 komentar:
Posting Komentar